MAKALAMNEWS.ID - Polemik Terminal Unit Kerja Sampah (TUKS) PT Sinar Anugerah Sukses (SAS) di Aur Kenali kembali ditanggapi Ketua Perkumpulan Sahabat Alam Jambi, Jefri Bintara Pardede.
Jefri bilang, kisruh persoalan TUKS PT SAS ini muncul karena ada yang menebar disinformasi menjurus hoax dari pihak yang memang menginginkan menghambat.
Untuk itu diperlukan pendekatan rasional, berbasis data guna menghindari hoaks yang memperkeruh isu.
"Perlu kita pahami, TUKS PT SAS berada di zona khusus dengan perizinan yang diterbitkan sejak 2015 melalui kajian lintas lembaga pemerintah pusat. Ini izin sah dan matang secara hukum," katanya lewat rilis yang dikirim ke media ini.
Menurutnya, karena izin ini lebih dulu ada dibanding RTRW Kota Jambi terbaru di 2024, seharusnya revisi tata ruang dapat mengakomodasi keberadaan TUKS.
Jefri mendorong pemerintah kota untuk bersikap proaktif:
"Saya mengajak Pemkot Jambi segera melakukan revisi terbatas RTRW agar keberadaan TUKS PT SAS bisa diakomodasi. Dengan langkah ini, investasi yang sah tetap berjalan, lingkungan aman, dan ekonomi lokal terdorong," katanya.
Ia menegaskan pentingnya menghindari informasi menyesatkan:
"Kita harus melihat persoalan ini secara jernih dan terbuka. Jangan sampai hoaks dan narasi berlebihan memutar konteks fakta. Keputusan harus berbasis data, bukan emosi," ujarnya.
Menurut Jefri, investasi yang dikelola profesional dan ramah lingkungan dapat memberi manfaat signifikan bagi daerah.
"Kita tidak bisa menolak industri, yang harus ditolak adalah pengelolaan yang kotor. Dengan teknologi modern, green belt, sistem pemantauan lingkungan berbasis sensor, dan mitigasi ketat, semua pihak bisa aman. Lingkungan terjaga, ekonomi bergerak, masyarakat sejahtera," ujarnya lagi
Ia menutup dengan seruan kolaboratif.
"Kita satu rumah bernama Jambi. Mari duduk bersama, menilai data, mendengar ahli, dan mengambil keputusan berdasarkan rasionalitas. Perkumpulan Sahabat Alam Jambi siap memfasilitasi dialog terbuka antara pemerintah, warga, dan perusahaan agar solusi yang diambil berkelanjutan, adil, dan berpihak pada masa depan daerah karena Jambi harus ramah investasi," pungkasnya.(*)

Social Header