MAKALAMNEWS.ID - Dalam beberapa waktu belakangan ini, perhatian masyarakat terhadap kinerja Wali Kota Jambi Maulana semakin meningkat.
Namun, penilaian skeptis muncul dari berbagai kalangan, termasuk pengamat pemerintahan dari UIN STS Jambi, Dr Dedek Kusnadi, S.Sos, M.Si, MM.
Menurutnya, saat ini lebih banyak berita yang muncul mengenai wali kota dibandingkan dengan hasil kerja nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat.
Dr Dedek, yang juga merupakan mantan Sekretaris Umum ICMI Kota Jambi di era Maulana menjabat ketua menyoroti rendahnya moral hazard yang terlihat dalam kepemimpinan Wali Kota Maulana.
Ia menagtakan, ada kekhawatiran mengenai integritas kinerja yang ditunjukkan.
"Saya memahami bahwa wali kota mungkin takut dinilai negatif oleh masyarakat. Namun, dengan mempublikasikan terlalu banyak berita di media, justru menimbulkan pertanyaan, apakah ia memiliki fokus yang jelas dalam menjalankan tugasnya, atau justru kedodoran performancenya, karena janji politik yang amat banyak, " ujarnya lewat rilis yang dikirim ke media ini.
Dr Dedek menyatakan, di kalangan masyarakat bawah, mulai muncul penilaian bahwa kinerja Wali Kota Maulana tidak sebanding dengan pendahulunya, Syarif Fasha.
"Ada anggapan bahwa selama masa kepemimpinan Maulana, belum ada pencapaian yang signifikan. Ini menjadi perhatian serius bagi kita semua," katanya.
Kritik ini mencerminkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan Kota Jambi.
Masyarakat berharap agar wali kota dapat lebih fokus pada program-program yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga, serta membangun komunikasi yang lebih baik untuk mendengarkan aspirasi dan kebutuhan mereka.
Dengan tantangan yang ada, penting bagi Wali Kota Maulana untuk mengambil langkah-langkah strategis dalam memperbaiki citra dan kinerjanya.
Dialog yang konstruktif dengan masyarakat serta implementasi kebijakan yang jelas dan terukur akan menjadi kunci untuk membawa Kota Jambi menuju masa depan yang lebih baik.
Kota Jambi menanti tindakan nyata dari pemimpin mereka, agar harapan dan kepercayaan masyarakat dapat terwujud.(*)

Social Header