MAKALAMNEWS.ID - Nama Letjen TNI Kunto Arief Wibowo kembali mencuat dan mencuri perhatian setelah masuk dalam daftar mutasi besar-besaran yang dilakukan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto terhadap 237 perwira tinggi.
Perwira tinggi bintang tiga yang dikenal sebagai putra dari Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal (Purn) Try Sutrisno, itu kini resmi menjabat sebagai Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
Mutasi ini tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/554/IV/2025 yang ditandatangani pada 29 April 2025.
Dalam keputusan tersebut, Letjen Kunto yang sebelumnya menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I, kini dipercaya mengemban tugas sebagai Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
Jabatan Panglima Kogabwilhan diserahkan kepada Laksda TNI Hersan yang sebelumnya menjabat Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) III TNI Angkatan Laut.
Laksda TNI Hersan ini juga bukan pati kaleng-kaleng, ia tercatat menjadi satu orang yang dipercaya untuk menjadi ajudan Presiden RI, Joko Widodo.
Hersan ia juga pernah menjabat Sekretariat Militer Presiden (Sesmilpres).
Yang menarik dari pergantian Pangkogabwilhan I ini adalah, Letjen TNI Kunto Arief ini baru tiga bulan lho jadi Pangkogabwilhan I yaitu mulai Januari 2025.
Mantan Pangdam III Siliwangi tersebut mencetak sejarah dengan mencatatkan nama menjadi pati TNI Angkatan Darat pertama yang jabat Panglima Kogabwilhan I.
Sebab sejak satuan kotama ini dibentuk pada 2019, seperti sebuah tradisi jatah kursi Pangkogabwilhan I hanya diduduki pati dari TNI Angkatan Laut.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Kristomei Sianturi menyatakan, mutasi ini merupakan bagian dari strategi pembinaan personel serta kebutuhan organisasi dalam menghadapi dinamika tantangan tugas yang terus berkembang.
"Diharapkan para perwira tinggi yang menerima jabatan baru dapat melaksanakan amanah ini dengan dedikasi, loyalitas, dan profesionalisme tinggi," ujar Kristomei dalam keterangannya, Rabu (30/4/2025) seperti dikutip dari kompas.com.
Dari total 237 Pati yang dimutasi, rinciannya adalah 109 dari TNI AD, 64 dari TNI AL, dan 64 dari TNI AU. Pergeseran posisi ini, kata Kapuspen, merupakan bentuk nyata dari visi Panglima TNI untuk menciptakan organisasi yang Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif (PRIMA).(*)

Social Header