MAKALAMNEWS.ID - Cecep Suryana satu Komisaris BUMN serius untuk
maju di Pemilihan Wali Kota Jambi 2024.
Mantan aktivis ini
adalah kader PDI Perjuangan. Ia maju Pilwako Jambi dengan mempunyai konsep
Jambi Festival City.
Ia mengatakan, Kota
Jambi tidak memiliki sumber daya alam sebagaimana Kabupaten lain.
Kota Jambi adalah
ibukota provinsi yang mengandalkan sektor jasa dan perdagangan dalam menopang
ekonominya.
Karena itu, taline Jambi
festival city ini adalah untuk menjadikan Kota Jambi sebagai pusat industry
kreatif sehingga bisa menggenjot pertumbuhan ekonomi.
“Saya menyadari
teman-teman disini memiliki latar belakang politik berbeda. Ngopi saya minta
gagasan kawan untuk Kota.Syukur-syukur bisa satu nafas satu barisan. Tapi yang
jelas saya punya kesejarahan yang sama dengan teman teman disini,” kata Cecep
Suryana.
Cecep Suryana mengatakan,
tagline Jambi Festival City akan memberikan ruang sepenuhnya bagi pelaku
ekonomi kreatif termasuk kalangan milenial untuk mengekspresikan kreasinya
sehingga menjadi nilai ekonomi. Di mana, budaya lokal menjadi nafasnya.
“Ekonomi kreatif
melibatkan semua lini. Mulai dari fashion, kuliner, budaya, music, olahraga.
Sehingga kawan-kawan muda bisa berekspresi dan pemerintah memberikan ruang,
menfasilitasi melalui Dinas Pariwisata, Dinas UMKM dan dinas terkait lainnya.
Saya akan melipatgandakan anggaran untuk menfasilitasi berkembangnya ekonomi
kreatif,” katanya.
Karena itu, wilayah
pasar yang saat ini mati akan dihidupkan lewat ekonomi kreatif. Menjadi pusat
budaya, kuliner, pekerja seni untuk memerkan produknya kepada Masyarakat. Di
Pasar Jambi, ada Gedung tua yang punya daya tarik secara budaya.
“Tapi untuk menghidupkan
perlu intervensi pemerintah. Disinilah peran program jambi festival city untuk
menfasilitasinya agar Pasar tidak lagi jadi kota mati. Tapi bisa kita hidupkan.
Potensinya ada bahkan bangunan tua bisa jadi peluang ekonomi asal kitab isa
memasarkannya,” katanya lagi.
Menurutnya, jika ekonomi
kreatif hidup, maka ini akan sejalan dengan infrastruktur.
Sebab, infrastruktur
dibangun berdasarkan kebutuhan Masyarakat. Bahkan keberadaan pelaku ekonomi
kreatif akan mendulang bantuan dari pusat.
“Jambi Festival City ini
akan berefek langsung ke pekerja seni, milenial dan pelaku ekonomi kreatif
lainnya,” jawabnya.
“Saya tidak mengkritisi
gagasan lain, misal Jambi Bahagia.. Siapa tidak mau Bahagia. Misalnya Jambi
lebih baik. Siapa tidak mau jambi lebih baik. Tapi Sayaakan jadikan Kota Jambi
kota festival supaya Kota Jambi tumbuh sesuai dengan potensinya lewat stimulus
APBD,” katanya.
Bagaimana dengan
insfrastruktur, Pendidikan dan Kesehatan? “Ini sudah menjadi hal yang wajib.
Pekerjaan wajib walikota sudah diatur UU bagaimana porsi anggara untuk
Pendidikan, Kesehatan termasuk infrastruktur. Tinggal kita menyesuaikan dengan
kebutuhan kita. Kita gali dulu skala kebutuhan kita apa.(rud/*)
Social Header